Kunker di Manado, Komisi X DPR RI Kunjungi Sejumlah Sekolah Pantau Program MBG dan PIP

oleh -168 Dilihat
oleh

MANADO, Onesiaa.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) di Sulawesi Utara Khususnya Kota Manado guna memantau pelaksanaan serta melakukan pengecekan juga Makanan Bergizi Gratis (MBG) dan Program Indonesia Pintar (PIP) kepada Murid-muridnya disejumlah sekolah, Senin (6/10/2025).

Pada kunjungan tersebut, 11 Anggota DPR RI mengunjungi  SMK Negeri 9 Manado, SMA Negeri 6 Manado, SMP Negeri 7 Manado dan SD Negeri 69 Manado di dampingi oleh Kepala BPMP Sulut Feibry Dien, Kepala Dinas Provinsi Sulut Femmy Suluh, dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado, Bart Assa.

Dari pantauan awak media, Anggota DPR RI saat berkunjung di SMP Negeri 7 Manado, rombongan sempat terkejut, karena ada 10 ruangan belajar yang rusak parah dan ada beberapa siswa yang lalu lalang di seputarannya.

Ketua Tim Wakil Ketua Komisi X, My Esti Wijayati meminta kepada pihak sekolah untuk menutup akses ruangan yang telah rusak.

“Itu ruangan sudah parah total jadi kalau bisa tutup akses dan langsung di robohkan. Ruangan itu sudah tidak layak lagi untuk ada akses jalan, seharusnya harus di tutup agar nanti kalau hujan deras kalau ambruk tidak ada korban jiwa,” kata Wijayati.

Dalam pengecekan tersebut, para anggota DPR RI juga melakukan pengecekan kebersihan dan pendapatan di beberapa kantin sekolah, mereka menerima pengakuan salah satu petugas kantin sekolah mengatakan bahwa pada saat adanya program MBG pendapatan kantin turun 50-60 persen.

“Biasanya pendapatan perhari itu mencapai 500 ribu, ini dengan adanya program makan gratis pendapatan hanya mencapai 200 sampai dengan 300 ribu,” ungkapnya salah satu penjaga kantin.

Wijayati menjelaskan, bahwa semua sekolah sama kasusnya kalau MBG pada saat masuk sekolah, tetapi pihak kantinya harus berupaya agar bisa menjual semenarik mungkin.

“Semua kasus sama saat MBG masuk sekolah, tergantung pihak kantinya mau jualan apa. Mungkin makanan lebih bervariasi tetapi harus sehat dan bergizi utamakan kebersihan,” jelas Wijayati yang juga Ketua Kontingen Kunker.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 7 Manado Helly Sinaulan SPd, SMP Negeri 7 Manado mengungkapkan, di SMPN 7  ada 906 siswa dan yang mendapatkan program PIP 263 murid.

“Untuk pencairan PIP itu dilaksanakan oleh orang tua siswa, pihak sekolah hanya mengeluarkan surat rekomendasi jika nama murid itu keluar penerima bantuan, untuk pengambilan PIP pihak sekolah mengundang orang tua dan langsung ke Bank,” ungkapnya.

Lanjut dikatakan Kepsek, bahwa program PIP dan MBG ini dipantau langsung oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Manado, Andrei Angouw dan Richard Sualang dan selalu mengingatkan bahwa program siswa jangan pernah membuat sulit pada saat pengurusan berkas.

“Wali Kota dan Wakil Walikota selalu mengingatkan, bahwa dalam pengurusan berkas jangan sampai membuat sulit buat orang tua murid.itu selalu saya ingatkan kepada guru dan staff tata Usaha,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.