banner 120x600
banner 120x600

311 Laporan Kebakaran di Kota Manado, Om Damkar: Segera Hubungi Call Center 112

oleh -232 Dilihat
oleh

Salah satu sosok yang kini cukup dikenal masyarakat adalah Hilario Mario Anlo, atau yang akrab disapa “Om Damkar”.

Ia merupakan staf Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Manado. Pengabdiannya dimulai sejak Maret 2021 sebagai tenaga honorer. Empat tahun kemudian, pada 2025, ia resmi diangkat menjadi ASN.

Bagi Mario, menjadi petugas pemadam kebakaran bukan sekadar pekerjaan. Ada kepuasan tersendiri ketika bisa membantu menyelamatkan warga.

“Saya bangga menjalani pekerjaan sebagai ASN, apalagi terkait dengan menyelamatkan nyawa orang,” katanya.

Nama “Om Damkar” sendiri ternyata lahir dari hal sederhana. Sang istri kerap memberikan semangat kepadanya dengan kalimat, “Semangat Om Damkar.”

Kalimat itu kemudian menginspirasi Mario menggunakan nama tersebut di media sosial sejak 2025.

Lewat media sosial, ia rutin membagikan aktivitas petugas pemadam kebakaran saat menangani berbagai kejadian. Dari sana, sosok “Om Damkar” semakin dikenal dan terasa lebih dekat dengan masyarakat.

311 Laporan Kebakaran, Bukan Sekadar Angka

Kondisi Kota Manado belakangan juga membuat tugas para petugas damkar semakin berat.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Manado, Noviyanti Mongkau, menyebut laporan kebakaran melalui Call Center 112 terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

Hingga 18 September 2026, tercatat 311 laporan kebakaran masuk melalui layanan tersebut. Kondisi cuaca panas dan musim kemarau membuat potensi kebakaran semakin perlu diwaspadai.

Karena itu, Mario mengingatkan masyarakat agar tidak hanya mengunggah kejadian kebakaran ke media sosial.

Menurutnya, ketika terjadi kondisi darurat, yang paling penting bukan membuat kejadian menjadi viral, tetapi memastikan informasi segera diterima petugas.

“Jangan dulu diunggah di media sosial, langsung hubungi kami di Layanan Call Center 112, bebas pulsa,” ujarnya.

Layanan Call Center 112 sendiri beroperasi selama 24 jam. Laporan yang masuk kemudian diteruskan kepada petugas Damkar maupun perangkat daerah terkait sesuai kondisi darurat yang dilaporkan.

Sirene Berbunyi, Petugas Langsung Bergerak

Begitu laporan diterima, petugas tak punya banyak waktu untuk bersantai. Perlengkapan disiapkan, armada bergerak, dan petugas meluncur menuju lokasi.

Bahkan sebelum laporan masuk, armada telah disiapkan dengan air sehingga bisa langsung digunakan ketika terjadi kebakaran.

Bagi Mario dan rekan-rekannya, pikiran pertama ketika menerima laporan sederhana: jangan sampai ada warga yang masih terjebak.

“Yang ada di pikiran kami, ada orang yang terjebak dan perlu diselamatkan. Kami harus cepat-cepat ke lokasi,” katanya.

Namun, perjalanan menuju lokasi pun bukan tanpa bahaya. Kemacetan, jalan sempit hingga kabel listrik yang melintang bisa menjadi ancaman tersendiri.

“Pekerjaan kami sudah mempertaruhkan nyawa. Di perjalanan menuju lokasi kebakaran saja sudah mempertaruhkan nyawa, apalagi di lokasi,” ungkapnya.

Takut Tetap Ada, Tapi Nyawa Warga Lebih Utama

Menjadi pemadam kebakaran bukan berarti tidak punya rasa takut.

Mario mengakui rasa takut tetap ada ketika harus masuk ke situasi berbahaya. Tetapi rasa tersebut harus dikalahkan oleh keinginan menyelamatkan orang lain.

“Rasa takut saya dikalahkan oleh keinginan saya untuk menyelamatkan nyawa,” katanya.

Salah satu kejadian yang paling membekas baginya adalah kebakaran di Mega Mal Manado pada 16 Mei 2026. Dalam peristiwa itu, seorang karyawan meninggal dunia.

Mario mengungkapkan, saat kejadian masih ada korban di dalam bangunan. Keinginan untuk masuk dan menyelamatkan korban sangat besar, namun akses menuju korban sudah tertutup kobaran api.

Pengalaman seperti itu menjadi bagian berat dari pekerjaan seorang pemadam kebakaran.

Meski begitu, ia tetap memilih untuk menjalankan tugas.

“Kami tidak jago menghadapi kebakaran, tetapi kami terlatih untuk menghadapi kebakaran,” tegasnya.

Untuk Warga Manado: Waspada Sebelum Api Membesar

Di tengah musim kemarau dan kondisi cuaca yang panas, masyarakat diminta ikut mengambil bagian dalam mencegah kebakaran.

Hal sederhana seperti tidak membakar sampah sembarangan, memastikan instalasi listrik aman, serta mengecek kompor dan peralatan yang bisa memicu api sebelum meninggalkan rumah bisa menjadi langkah penting.

Sebab bagi “Om Damkar” dan para petugas lainnya, setiap panggilan bukan sekadar tugas.

Di balik satu laporan 112, bisa saja ada satu keluarga yang membutuhkan pertolongan.

Dan ketika sirene mulai berbunyi, mereka harus bergerak. Cepat, terlatih, dan siap mempertaruhkan keselamatan demi menyelamatkan orang lain. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.