Jelang Nataru, Bulog SulutGo Pastikan Ketersediaan Pasokan Pangan dalam Kondisi Aman

oleh -343 Dilihat
oleh

MANADO, Onesiaa.com – Menghadapi hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo (SulutGo) memastikan ketersediaan stok pangan strategis dalam kondisi sangat aman. Dimana, Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) yang dikuasai Bulog di wilayah SulutGo mencapai 18.000 ton beras, jumlah yang dipastikan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Maret 2026.

“Cadangan pangan pemerintah saat ini yang kita kuasai di Bulog Sulawesi Utara Gorontalo sebanyak 18.000 ton. Dengan kondisi ini, kita pastikan stok yang tersedia sangat mampu memenuhi kebutuhan penyediaan pangan masyarakat, termasuk menghadapi Natal dan Tahun Baru,” kata Pimpinan Wilayah Bulog Manado, Ermin Tora kepada awak media dalam konferensi pers di Kantor Bulog Kanwil SulutGo, Selasa (9/12/25).

Dirinya mengungkapkan, stok beras tersebut tersimpan di 12 kompleks gudang yang tersebar di 3 cabang dan satu gudang kabel, termasuk di wilayah kepulauan seperti Tahuna, Sangihe, dan Talaud. Selain itu, stok juga tersedia di Bolaang Mongondow dan di beberapa titik gudang di Gorontalo.

“Penempatan stok di berbagai wilayah dilakukan untuk memudahkan proses distribusi, termasuk sebagai langkah antisipasi jika terjadi kondisi darurat atau bencana. Selain kesiapan stok, Bulog juga saat ini tengah menyalurkan bantuan pangan pemerintah berupa beras 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter kepada 258.000 keluarga penerima manfaat (KPM) di Sulut dan Gorontalo,” ungkapnya.

Lanjutkannya, hingga 8 Desember 2025, realisasi penyaluran telah mencapai 86 persen, dan ditargetkan tuntas 100 persen sebelum perayaan Natal.

“Total beras bantuan yang disalurkan mencapai sekitar 5.100 ton. Ini akan sangat membantu ketersediaan beras di rumah tangga masyarakat selama bulan Desember,” jelasnya.

Bulog juga terus melakukan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melalui operasi pasar di 26 pasar rakyat dengan distribusi sekitar 200–250 ton per hari, serta menyalurkan beras ke ritel modern dan melalui Gerakan Pangan Murah bersama Pemda, TNI, dan Polri. Program SPHP tersebut merupakan penjualan beras dengan harga terjangkau maksimal sesuai HET yang ditetapkan pemerintah, untuk menjaga stabilitas harga di pasaran.

“Kami harap distribusi yang berjalan di banyak titik pasar dan lokasi kegiatan pangan murah dapat memudahkan masyarakat memperoleh beras dengan harga terjangkau sekaligus menekan potensi kenaikan harga menjelang Nataru,” tambah Tora.

Ermin Tora juga menyampaikan bahwa sinergi Bulog dengan Pemerintah Daerah dan instansi terkait memberikan dampak signifikan terhadap stabilitas harga.

“Bulan November kemarin Provinsi Sulut mengalami deflasi, dan beras menjadi salah satu komoditas penyumbang. Ini menunjukkan pengendalian harga berjalan baik,” tegasnya.

Dengan kesiapan stok yang melimpah, distribusi yang merata hingga kepulauan, serta dukungan program bantuan dan pangan murah, Bulog optimistis masyarakat dapat menyambut Natal dan Tahun Baru dengan tenang tanpa kekhawatiran kekulrangan bahan pangan pokok. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.