AARS Hadiri Musrembang RKPD Kota Manado Tahun Anggaran 2027

oleh -148 Dilihat
oleh

MANADO, Onesiaa.com – Wali Kota dan Wakil Wali Kota Andrei Angouw dan dr. Richard Sualang (AARS) menghadiri Musrembang Kota Manado yang dilaksanakan di Aula Serbaguna Kantor Wali Kota, Kamis (12/3/2026).

Setelah acara pembukaan dilaksanakan pemutaran video sebagai pengantar sekaligus memaparkan apa sebenarnya Musrembang RKPD Tahun 2027 itu. Pelaksanaan Musrembang dalam bentuk talk show ini dipandu oleh Bung Felix Panelewen dengan Pemanfaatan lewat penggunaan Teknologi AI (Artificial Intelligence/Kecerdasan Buatan).

AI yang merupakan gaya hidup dalam berinovasi dan berinterkasi diera kemajuan teknologi saat ini.

Acara talk show ini menghadirkan pembicara Wali Kota Manado, Sekot Manado dr. Steaven Dandel M.Ph dan mewakili Bapeda Sulut James Kewas M.Si. Setelah gambaran umum dari moderator ditampilkan visi misi AARS, program nasional, provinsi Sulut. Juga ditampilkan gambaran awal tentang pertumbuhan ekonomi Kota Manado.

Moderator meminta Walikota untuk memberikan awal bahwasanya harus membangun kendati ditengah efisiensi. Bagi Walikota kendati efisiensi harus memaksimalkan yang ada yakni membangun dengan kondisi yang ada maksudnya dan ini harus dimaksimalkan sebab kita tidak harus mengeluh dan tetap membangun berdasarkan dengan visi misi yang ada baik visi misi nasional, provinsi dan kota Manado urai Walikota.

Program yang harus diprioritaskan adalah berbagai program yang menjadi andalan harus dijalankan. Wali Kota ikut menjabarkan permasalhan ekonomi termasuk PDRB, inflasi dalam kaitan dengan investasi, soal infrastruktur, peningkatan SDM dan lain-lain. Bagi walikota diharapkan pengeluaran masyarakat dapat terkendali. Soal transportasi umum diharapkan dapat dimanfaatkan demi kenyamanan masyarakat, termasuk penyediaan air bersih.

Pertanyaan tajam dan menggigit ikut diutarakan moderator Felix menjadi catatan penting untuk disikapi dan Wali Kota ketika memberikan penjelasan ikut stressing soal UMKM agar dapat berjalan dengan baik demi penguatan industri.

Wakil Wali Kota ikut memberikan pendapat terkait ketika Manado mendapat penghargaan sebagai Kota Kreatif. Bagi Wawali pelaku kreatif ini diharapkan dapat menggerakkan ekonomi termasuk pemusik dan paduan suara. Kemenkraf menilai bahwa lemusik dan paduan suara di Kota Manado ikut menggerakkan perekonomian Kota. Ini ada kaitan dengan ekononi sebab soal makan minum, penyediaan pakaian-pakaian koor yang menunjang UMKM seperti para tukang jahit. Peluang ini harus dimanfaatkan termasuk dalam kaitan dengan pariwisata.

Sekda Kota Manado ikut memaparkan soal pelayanan Kesehatan di Kota Manado tentang pelayanan Kesehatan yang lebih luas dan di 2027 ini diupayakan untuk pelayanan promotif dan layanan preventif. Puskesmas menjadi garda terdepan dalam pelayanan Kesehatan termasuk mengcover warga masyarakat yang tidak terlayani oleh BPJS. Soal RSUD denhan adanya konsep pelayanan Home Care dijelaskan Sekot yakni bagaimana pelayanan langsung ke rumah atau Home Care ini dapat dinaksimalkan demi kenyamanan warga dalam hal pelayanan kesehatan. Jawaban tuntas dan lugas oleh Sekot Manado ini semua adalah bentuk inovasi dalam bidang Kesehatan.

James dari Bapeda Sulut ikut menyampaikan tentang sinkronisasi program pemerintah provinsi dan Kota Manado. Untuk program dan kegiatan terkait dengan infrastruktur seperti kegiatan strategis tentang rehabilitas jalan yang ada di Kota Manado.

Ikut memberikan pendapat Kapolres Manado tentang kondisi Kota Manado dalam kaitan dengan tupoksi Kepolisian terutama stressing pada keamanan demi kenyamanan agar Manado selalu Kondusif.

Selanjut Moderator memimpin jalan dialog yang berkangsung menarik ketika peserta diberikan kesempatan untuk menanyakan hal-hal yang pantas dipertanyakan tanpa harus memberikan pendapat-pendapat yang berlebihan.

Penanya pertama yakni mewakili kaum penyandang disabilitas dan organisasinya yang bertanya soal pendataan dimana kaum disabilitas tidak masuk lagi dalam pendataan ini. Bagi Wali Kota hal ini akan dikoordinasikan dengan kementerian sosial.

LMP Kecamatan Malalayang ikut memberikan masukan dan usulan soal menggalakkan posyandu-posyandu dan penanganan stunting. Rehabilitasi dan revitalisasi posyandu harus dilakukan karena ini demi kenyamaman warga masyarakat. Wawali ikut menambahkan soal keikutsertaan LPM yang dapat menunjang pembangunan setiap Kelurahan dan Kecamatan.

Soal stunting ikut diberikan gambaran oleh Wawali dimana telah dilaksanakan pra musrembang tematik dan mengharapkan dukungan dari berbagai pihak sebab stunting masih merupakan program nasional termasuk ditingkat provinsi yang mendapat perhatian serius. Pertanyaan berikut dari anggota DPRD Kota Manado Stenly Tamo soal kewenangan jalan dan dana bagi hasil yang ikut dijawab dari Bapeda Provinsi. Kegiatan dialog semakin menarik dipandu Bung Felix sebab antusiasnya peserta Musrembang mengutarakan permasalah dilapangan dengan memberikan masukan-masukan yang berarti. Setidaknya memberikan masukan, Kadisnaker Manado Fadly Kasim, Dewas Perumda Pasar Manado Novie Lumowa, Aktivis Suara Perempuan Sulut Vivi George, Akademisi Fisip Unsrat Ronny Gosal, dan peserta lainnya.

Sekot dan Wali Kota ikut memberikan pendapat secara umum dalam kaitan dengan pengelolaan dan pemanfaatan anggaran ditengah efisiensi sementara kita harus patuh terhadap aturan agar tidak bebenturan dengan hukum.

Acara diakhiri dengan lounching platform “Tabea Manado” serta penandatanganan berita acara musrembang Kota Manado tahun 2027.

Hadir dalam acara ini Anggota DPRD Sulut, Anggota DPRD Manado, Kapolres Manado, Forkopimda Kota Manado, Para Asisten dan Kepala Dinas/Badan, Camat, Akademisi PTN dan PTS, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat, Tokoh LSM, Organisasi Kemasyarakatan, LMP Kecamatan, Insan Pers dan undangan lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.