Bongkar Fakta Pemukulan di Liga Pelajar, Kadis Bonyx: Saya Justru Melerai, Jangan Tebar Hoax

oleh -409 Dilihat
oleh

MANADO, Onesiaa.com – Baru-baru ini Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Manado, Bonyx Saweho mendapatkan berita yang kurang mengenakkan. Dimana, dirinya dituduh terlibat dalam pemukulan yang terjadi usai pertandingan Liga Pelajar di Youth Center Manado, Sabtu (5/9/2026).

Menanggapi berita tersebut, Kadis Bonyx membantah hal tersebut sekaligus menjelaskan akar permasalahan yang terjadi usai pertandingan Liga Pelajaran. Dirinya menegaskan, tudingan tersebut tidak benar. Ia menyebut dirinya justru berada di lokasi untuk melerai dan memisahkan pihak-pihak yang terlibat dalam keributan.

“Kejadian bermula setelah pertandingan ketika salah seorang orang tua atlet asal Sangihe memprotes terkait persoalan piagam penghargaan anaknya. Selesai pertandingan, ada satu orang tua atlet dari Sangihe yang protes terkait piagam. Katanya dia sudah lama menunggu,” kata Bonyx, Minggu (6/9/2026).

Lanjut Bonyx menjelaskan, saat persoalan tersebut terjadi, dirinya sedang berada di lantai dua untuk rapat bersama perangkat pertandingan, wasit dan juri. Karena itu, Bonyx mengaku tidak mengetahui secara langsung persoalan awal yang terjadi di bawah. Setelah turun dari lantai dua, Bonyx mengaku langsung didatangi orang tua atlet tersebut. Yang bersangkutan menyampaikan kekecewaannya terhadap pelaksanaan pertandingan dan mengaku tidak ingin lagi mengurus olahraga tinju. Bonyx kemudian mencoba menenangkan dan menanyakan persoalan yang dipermasalahkan.

“Saya kenal yang bersangkutan, makanya saya menyapa dan bertanya ada apa. Katanya piagam anaknya tidak ada dan tidak diberikan,” jelas Bonyx.

Bonyx mengaku, kemudian meminta agar persoalan tersebut dicek terlebih dahulu kepada pegawai yang menangani administrasi piagam.

“Saya jawab, kalau piagam tunggu dulu. Saya mau cek ke pegawai, nanti disuruh print,” ungkapnya.

Namun, menurut Bonyx, situasi kemudian kembali memanas ketika yang bersangkutan terus mencak-mencak sambil merokok. Kemudian ada seorang menegurnya untuk mematikan rokok jika sementara berbicara dengan Kadis. Ketika mematikan rokok, lanjut Bonyx, yang bersangkutan berteriak tidak terima. Kemudian terjadi keributan dan perkelahian. Bonyx menegaskan, ketika perkelahian terjadi, dirinya langsung mengambil tindakan untuk melerai dan memisahkan pihak yang terlibat.

“Ketika terjadi perkelahian, saya langsung melerai. Saya memisahkan perkelahian itu. Jadi bukan saya memukul,” tegas Bonyx.

Bonyx juga membantah keras pernyataan yang menyebut dirinya melakukan pemukulan. Ia meminta masyarakat tidak mengambil kesimpulan sepihak dari informasi yang belum terverifikasi.

“Bagaimana saya memukul, sedangkan yang bersangkutan saya kenal. Jadi keliru statemen yang mengatakan saya memukul. Di video saja tidak ada saya memukul. Jadi jangan menyebar hoax,” tegasnya.

Bonyx berharap persoalan tersebut tidak berkembang menjadi informasi yang menyesatkan dan meminta semua pihak mengedepankan fakta serta menjaga suasana tetap kondusif dalam setiap kegiatan olahraga. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.