MANADO, Onesiaa.com – Kepala Sekolah (Kepsek) Gartianus Sintinuwo, SMK Negeri 4 Manado diterpa isu tak sedap. Dimana dirinya diduga kuat selewengkan sejumlah anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Dari informasi yang diperoleh Media Onesiaa.com dari salah satu sumber yang enggan namanya dipublikasikan, BOS Reguler tahun 2024 pinjaman uang dari seorang guru Inisial JR senilai Rp.20 Juta untuk pembelian buku.
“Pada kenyataannya anggaran BOS Tahun 2024 sudah ada mata anggarannya dengan nilai yang sama. Hal ini dilakukan, agar pada saat pemerikaaan dari BPK dana tersebut masih tersedia, namun kenyataannya tidak,” katanya.
Dirinya mengatakan, masih di tahun 2024 dana honorer di markup senilai Rp.36 Juta. Dana Honorer yang di markup itu, telah menjadi temuan dari BPK.
“Terkait temuan BPK hasil pemeriksaan Tahun 2024 dana honorer yang di markup senilai 36 Juta + Nota Listrik yang tidak jelas, mengakibatkan total TGR menjadi kurang lebih 40 Juta,” ungkapnya.
Akibat kejadian ini, Anggaran Tahun 2025 ada beberapa kegiatan yang sudah dianggarkan melalui, ARKAS belum dapat berjalan sesuai dengan perencanaan pada ARKAS. Terhambatnya pembayaran Honor dan Proses rekon.
Hal itu, berbanding terbalik dengan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dibawah kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur, Viktor Mailangkai untuk memberantas korupsi di Sulut. Dimana, Gubernur Yulius menegaskan, sangat disiplin dalam penggunaan anggaran dan akan menindak tegas koruptor yang ada di Sulut.
“Saya sebagai Gubernur berdisiplin dalam penggunaan anggaran. Karena saya mau tangkap orang-orang yang korupsi! Itu misi saya. Saya tidak main-main! ” tegas Gubernur Yulius.
Sementara itu, Kepsek Gartianus Sintinuwo saat dikonfirmasi membenarkan, bahwa dirinya telah diperiksa oleh BPK dan mendapatkan TGR.
“Ia benar, itu semua sudah diperiksa, oleh BPK,” pungkasnya. (*)











