Gerakan Pangan Murah, Sinergi Pemprov Sulut, Bapanas dan Pemkot Manado Sediakan Cabai Rawit 3 Ton dari Probolinggo

oleh -17 Dilihat
oleh
‎‎MANADO, Onesiaa.com – Guna menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan serta pengendalian inflasi, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) bersinergi bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Manado menggelar Gerakan Pangan Murah yang dilaksanakan di Lapangan Sparta Tikala, Manado, Kamis (15/10/2026).
‎
‎Pada kesempatan tersebut, dihadiri oleh Sekretaris Darah (Sekda) Provinsi Sulut, Tahlis Gallang SIP MM didampingi, Kepala Dinas Pangan Sulut, Rahel Ruth Rotinsulu, SSTP MSi, Assiten II, Atto Bulo dan Kepala Dinas Pangan Kota Manado, Rollies Royke Rondonuwu AP serta perwakilan dari Bank Indonesia (BI).
‎
‎Dalam kesempatan itu, Sekda Tahlis menyampaikan, limbah syukur dan banyak terima kasih kepada seluruh pihak yang terkait terutama kepada Bank Indonesia, Pemkot Manado, Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Satgas Pangan yang ikut mengawasi pelaksanaan gerakan pangan murah.
‎
‎”Sesungguhnya kegiatan Gerakan Pangan Murah ini, guna untuk menstabilitasi harga sebagaimana yang kita ketahui, bahwa inflasi di Sulut itu paling besar dipicu oleh harga cabe. Maka, kita kembali mendatangkan cabe dari luar Sulawesi yakni, dari Surabaya atau Probolinggo dengan harga yang cukup terjangkaulah  oleh masyarakat dibanding harga yang saat ini berkembang di pasar-pasar,” kata Sekda Tahlis.
‎
‎Dirinya menambahkan, pada hari ini untuk pasokan cabai rawit pada tahap ketiga sebenyak 3 Ton dan langsung didistribusikan dan lakukan pelayanan bagi masyarakat.
‎
‎”Cabai dari Probolinggo baru saja sampai pada hari ini, sekitar jam 14.00 dan langsung kita laksanakan pelayanan kepada masyarakat dengan harga terjangkau Rp.60.000 perkilonya. Proses ini kita akan laksanakan secara terus-menerus apalagi di bulan Desember kita berhadapan dengan hari besar keagamaan juga dekat sekali dengan tahun baru nah kita akan jaga terus supaya kebutuhan pokok masyarakat itu paling tidak bisa terjangkau harganya oleh masyarakat,” jelasnya.
‎
‎Dirinya menambahkan, masing-masing keluarga dibatasi hanya sekilo agar semua masyarakat bisa kebagian.
‎
‎”Saya berharap, mudah-mudahan Cabai satu kilo ini, bisa memenuhi kebutuhan mereka di satu hingga 2 minggu ke depan.  Kita juga bersyukur karena kemarin dibeberapa daerah sudah mulai turun hujan,  mudah-mudahan ini pertanda baik sehingga di bulan-bulan Desember hingga Januari dan seterusnya sudah mulai ada panen cabai di Provinsi Sulut, sehingga harganya bisa terkontrol,”
‎
‎Perlu diketahui, dalam Gerakan Pangan Murah tersebut, juga dijual Beras SPHP 5Kg dengan harga Rp.58.000, Minyak Goreng perbotol Rp. 18.000, Bawang Merah 1Kg Rp 37.000, Bawang Putih 1Kg Rp. 32.000, Telur Ayan 1 Baki Rp. 57.000, Ayam 1 Ekor Rp. 34.000 dan Gula Pasir 1Kg Rp. 18.000. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.