Menyusuri Lorong-lorong Kecil, Nicolaus Tangapo Mengetuk Pintu dan Menyentuh Hati Masyarakat Pineleng Dua

oleh -8 Dilihat
oleh

PINELENG, Onesiaa.com – Tidak ada panggung megah, tidak pula pengeras suara yang membahana, di pagi yang cerah langkah Nicolaus Tangapo menyusuri lorong-lorong kecil Desa Pineleng Dua, untuk menyapa dan berjabat tangan serta percakapan sederhana yang mengalir dari satu rumah ke rumah lainnya, Jumat (12/6/2026) pagi tadi.

Di teras sebuah rumah, Ia duduk bersama seorang ibu yang bercerita tentang kehidupan sehari-harinya. Di rumah berikutnya, ia mendengarkan keluhan warga mengenai lingkungan dan harapan mereka untuk masa depan desa.

Sesekali terdengar tawa, sesekali pula percakapan menjadi serius ketika membahas kebutuhan masyarakat. Bagi Calon Hukum Tua Desa Pineleng Dua Nomor Urut 2 itu, kampanye bukan sekadar menyampaikan program, melainkan mendengarkan.

“Kadang masyarakat hanya ingin didengar. Dari percakapan sederhana seperti inilah kita bisa memahami apa yang sebenarnya mereka rasakan dan harapkan,” ujar Nicolaus di sela-sela kunjungannya.

Metode door to door yang dilakukannya bukan tanpa alasan. Ia percaya bahwa setiap rumah menyimpan cerita, setiap keluarga memiliki harapan, dan setiap warga berhak menyampaikan aspirasinya secara langsung kepada calon pemimpin yang akan mereka pilih.

Saat memasuki halaman-halaman rumah warga, Nicolaus tidak hanya membawa visi dan misi. Ia membawa telinga untuk mendengar dan hati untuk memahami. Mulai dari persoalan pelayanan desa, kebutuhan infrastruktur lingkungan, peluang ekonomi bagi keluarga, hingga harapan para orang tua terhadap masa depan anak-anak mereka.

Kehadirannya pun disambut hangat. Banyak warga yang merasa lebih nyaman berbicara dalam suasana kekeluargaan dibandingkan dalam pertemuan besar. Percakapan yang terjadi terasa lebih akrab dan jujur, tanpa sekat antara calon pemimpin dan masyarakat.

Bagi Nicolaus, desa yang maju tidak dibangun dari balik meja. Desa yang maju lahir dari pemimpin yang mengenal warganya, memahami kondisi mereka, dan hadir di tengah kehidupan masyarakat.

Karena itu, setiap langkah yang ia ayunkan dari satu pintu ke pintu lainnya bukan sekadar bagian dari kampanye. Itu adalah upaya merajut kembali kedekatan, membangun kepercayaan, dan menyatukan harapan untuk masa depan.

Desa Pineleng Dua yang lebih baik.
Di tengah hiruk-pikuk pesta demokrasi desa, Nicolaus memilih cara yang sederhana: datang, mendengar, dan memahami. Sebab baginya, perubahan besar sering kali dimulai dari percakapan kecil di teras rumah warga. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.