Pemkot Manado Lakukan Sidak Disejumlah Agen Penjual Elpiji dan Tempat Usaha 

oleh -140 Dilihat
oleh

MANADO, Onesiaa.com – Pemerintah KKota (Pemkot) Manado bersama Pertamina melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah agen penjual elpiji serta beberapa tempat usaha di Kota Manado, Jumat (13/3/2026). Sidak ini dilakukan untuk merespons keluhan masyarakat terkait kelangkaan gas elpiji bersubsidi 3 kilogram.

Dalam sidak tersebut, tim menemukan sejumlah usaha laundry skala besar yang masih menggunakan gas elpiji bersubsidi 3 kilogram, yang seharusnya diperuntukkan bagi rumah tangga dan pelaku usaha mikro.

Asisten II Sekretaris Daerah Kota Manado Bidang Perekonomian, Atto Bulo, mengatakan pihaknya akan menelusuri lebih lanjut temuan tersebut agar distribusi gas bersubsidi tidak salah sasaran.

“Ada ketambahan kuota gas elpiji di Kota Manado, namun setelah kita melakukan sidak di beberapa tempat ditemukan usaha laundry skala besar masih memakai tabung gas elpiji bersubsidi. Ini akan kami telusuri lebih lanjut sehingga tidak menjadi masalah di tengah masyarakat,” ujar Bulo saat sidak di kawasan Sario, didampingi Kepala Dinas Kominfo Manado Yanti Mongkau, Kepala Disperindag Henrik Waroka, Kabag Ekonomi David Kambey serta Sales Branch Manager (SBM) LPG Sulut Pertamina Patra Niaga Ahmad Fernando.

Diketahui, pada bulan Maret 2026 Kota Manado mendapat tambahan kuota LPG 3 kilogram sebanyak 49.840 tabung yang telah mulai disalurkan ke masyarakat. Namun demikian, sejumlah pangkalan mengeluhkan stok yang kosong dalam beberapa hari terakhir.

Salah satu warga, Ibu Juli, mengaku kesulitan mendapatkan gas subsidi meski harga di tingkat pengecer sudah mencapai Rp20 ribu per tabung.

“Eceran gas subsidi sudah di harga Rp20 ribu, tapi itu pun kosong,” ujarnya saat ditemui di salah satu agen di Kelurahan Pinaesaan. Keluhan serupa juga disampaikan Frangky Soleran, pemilik agen LPG di kawasan Sario. Ia menyebut pasokan gas belum masuk selama dua hari terakhir. “Masih menunggu pasokan. Non-subsidi 5 kilogram juga kosong, sudah dua hari belum masuk gas,” kata Frangky.

Menanggapi kondisi tersebut, pihak Pertamina memastikan stok LPG untuk wilayah Manado sebenarnya masih tersedia, meski terjadi peningkatan permintaan masyarakat.

Sales Branch Manager (SBM) LPG Sulut Pertamina Patra Niaga, Ahmad Fernando, mengatakan lonjakan permintaan biasanya terjadi menjelang bulan Ramadan hingga Idul Fitri, terutama dari sektor usaha mikro.

“Untuk stok gas masih tersedia, namun memang ada peningkatan permintaan. Untuk Kota Manado secara umum masih terpenuhi,” jelas Fernando. Meski demikian, ia tidak menampik adanya kelangkaan di beberapa titik akibat fenomena panic buying oleh masyarakat.

“Ada beberapa titik di Kota Manado mengalami panic buying, mungkin karena ada isu kelangkaan dan isu akan perang sehingga masyarakat membeli dalam jumlah banyak,” katanya.

Sementara itu, berdasarkan Surat Edaran Direktur Jenderal Migas Nomor B.2461/IMG.05/DJM/2022, jenis usaha binatu atau laundry dilarang menggunakan LPG tabung 3 kilogram bersubsidi. Pemerintah pun berkomitmen akan menertibkan penggunaan gas subsidi agar tepat sasaran bagi masyarakat yang berhak.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.