Pilhut Telah Usai, Everdina Tangapo: Pertarungan Sampai Hari ini, ke Depan Kita Tetap Keluarga

oleh -65 Dilihat
oleh

PINELENG, Onesiaa.comUsai Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) Desa Pineleng Dua yang dimenangkan Nicolaus Tangapo, Rabu 17 Juni 2026, ada satu kalimat sederhana yang justru paling membekas malam tersebut.

Kalimat itu datang dari Everdina Dina Tangapo, kakak dari Nicolaus Tangapo. Dengan suara tenang di tengah keramaian, ia menyampaikan pesan yang langsung mengundang keheningan sesaat di antara para pendukung yang larut dalam euforia kemenangan.

Pertarungan sampai hari ini. Ke depan kita tetap keluarga.” kalimat singkat itu terasa lebih dari sekadar ucapan.

Ia menjadi penanda berakhirnya sebuah kontestasi yang selama berbulan-bulan mewarnai kehidupan masyarakat Desa Pineleng Dua.

Bagi Dina, kemenangan bukanlah akhir dari sebuah perlombaan politik. Kemenangan adalah awal dari tugas yang lebih besar, yaitu menyatukan kembali masyarakat yang sebelumnya berada dalam pilihan yang berbeda.

Selama masa kampanye, perbedaan pandangan menjadi bagian yang tak terhindarkan dari demokrasi. Ada yang mendukung, ada yang memilih jalan berbeda.

Namun menurut Dina, semua itu tidak boleh menghapus satu hal yang paling mendasar, yakni persaudaraan.

Malam itu, ketika hasil penghitungan suara memastikan Nicolaus Tangapo meraih kepercayaan terbesar dari masyarakat, Dina justru memilih berbicara tentang kebersamaan.

Ia tidak berbicara tentang angka kemenangan, tidak pula tentang selisih suara yang besar. Yang ia bicarakan adalah keluarga.

Sebab bagi perempuan yang selama ini mendampingi perjalanan politik sang adik, masyarakat Pineleng Dua sesungguhnya adalah satu keluarga besar yang akan tetap hidup berdampingan setelah pesta demokrasi berakhir.

Pesan tersebut mendapat sambutan hangat dari warga yang hadir. Banyak yang menilai kalimat sederhana itu mencerminkan kedewasaan dalam berdemokrasi sekaligus menjadi ajakan untuk mengakhiri sekat-sekat politik yang muncul selama kontestasi berlangsung.

Kini, setelah kotak suara ditutup dan hasil telah ditentukan rakyat, Dina berharap seluruh masyarakat dapat kembali bergandengan tangan.

Tidak lagi berbicara tentang siapa yang menang dan siapa yang kalah. Tidak lagi mempersoalkan perbedaan pilihan. Melainkan bersama-sama mengawal pembangunan desa demi masa depan Pineleng Dua yang lebih baik.

Karena pada akhirnya, sebagaimana pesan yang ia sampaikan malam itu, pertarungan memang telah selesai. Namun persaudaraan akan tetap tinggal. Dan ke depan, mereka akan tetap menjadi keluarga. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.