Targetkan Rampung 2027, AARS Dampingi Menteri PKP RI Tinjau Lokasi Pembangunan Rusunawa di Paniki Dua 

oleh -50 Dilihat
oleh

MANADO, Onesiaa.com – Wali Kota Manado, Andrei Angouw dan Wakil Wali Kota (Wawali) Manado, Richard Sualang (AARS) mendampingi, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI, Maruarar Sirait mengunjungi lokasi tempat pembangunan Rumah Susun Sewa (Rusunawa) di Kecamatan Mapanget, Kelurahan Paniki Dua, Jumat (10/5/2026).

Pembangun Rusunawa tersebut, dikawal langsung oleh, Direktorat Jenderal (Dirjen) Perumahan Perkotaan, Kementrian PKP RI yang juga turut dihadiri, Wakil Gubernur Sulut, Vicktor Mailangkay, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Manado, dr Steaven Danidel dan Kepala Dinas Perkim Manado, Piter Eman.

Pada kesempatan itu, Dirjen Perumahan Perkotaan Kementerian PKP, Sri Haryati dihadapan Menteri PKP menjelaskan, rusunawa yang akan dibangun ini terdapat 44 unit dengan tipe 36 dan pembangunannya akan dipercepat.

“Rusunawa ini kan dibangun 3 lantai dengan 2 kamar yaitu 1 kamar utama dan 1 kamar tidur anak, ruang makan, ruang tamu, kamar mandi dan dapur dan ada juga tinfrastruktur pendukungnya seperti taman bermain untuk anak,” kata Sri Haryati.

Lanjut kata Sri, untuk lantai 1 nanti akan dilengkapi dengan ruang serbaguna dan untuk difable. Untuk fasilitas pendukungnya, dalam kawasan 3 KM sudah dilengkapi dengan SD, SMP dan Puskesmas, RS, Pasar, masjid dan gereja.

“Diperkirakan bulan Februari 2027 kita sudah selesaikan pembangunanya,” ungkapnya.

Sementara itu, Menteri Maruarat Sirait mengatakan, pemerintah menargetkan pembangunan rusunawa tersebut dapat segera dimulai dan diharapkan rampung paling lambat pada Maret tahun depan.

“Targetnya kita bangun rumah susun bagi masyarakat di sini segera. Kita berharap paling lama tahun depan bulan Maret sudah selesai,” ujar Ara nama sapaan Menteri PKP RI ini.

Selain pembangunan rusunawa, pemerintah juga akan meningkatkan program bedah rumah tidak layak huni di Kota Manado dan wilayah Sulawesi Utara. Ara menyebut jumlah rumah yang akan dibedah meningkat signifikan.

“Di Sulawesi Utara ini meningkat dari sekitar 700 menjadi 8.000 rumah. Ini tentu akan membuka banyak pekerjaan bagi masyarakat,” katanya.

Menurut Ara, program pembangunan perumahan tersebut tidak hanya menghadirkan hunian yang layak bagi masyarakat, tetapi juga diharapkan mampu menggerakkan perekonomian daerah. Aktivitas pembangunan akan melibatkan berbagai sektor, mulai dari toko material bangunan hingga jasa transportasi.

“Banyak warga yang menganggur akan mendapat pekerjaan, toko material akan menerima banyak pesanan, dan sopir truk juga akan bolak-balik mengangkut material ke lokasi proyek,” jelasnya.

Ia menambahkan, program tersebut merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pembangunan sektor perumahan. Ara juga memastikan pihaknya telah menyiapkan perangkat dan jaringan di Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman untuk segera bekerja sama dengan pemerintah daerah di Sulawesi Utara.

“Saya pikir ini merupakan pergerakan pembangunan perumahan terbesar sepanjang sejarah di Sulawesi Utara. Ini perhatian khusus dari Presiden agar ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di daerah ini semakin meningkat,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.