Pimpin Rakor Inovasi Daerah, Wawali Richard: Semua Harus Bergerak Bersama, Yang Belum Berinovasi, Kita Dorong

oleh -14 Dilihat
oleh

MANADO, Onesiaa.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Manado menggelar, Rapat Koordinasi (Rakor) Inovasi Daerah yang dipimpin langsung, Wakil Wali Kota (Wawali) Manado, Richard Sualang yang dilaksanakan di Ruang Serbaguna Pemerintah Kota Manado, Senin (13/4/2026).

Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat komitmen perangkat daerah dalam mengembangkan inovasi guna meningkatkan kualitas pelayanan publik. Rakor tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Manado Steaven Dandel, para asisten, kepala perangkat daerah, kepala bagian, camat, serta jajaran terkait lainnya.

Dalam laporan sekaligus sambutannya, Kepala Bapperida Kota Manado, Marcos Kairupan menegaskan, bahwa transformasi digital menjadi tuntutan utama dalam tata kelola pemerintahan modern.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi informasi seperti internet dan kecerdasan buatan (AI) sangat penting untuk menciptakan layanan publik yang lebih cepat, efisien, transparan, dan inklusif.

“Fokus utama inovasi adalah kemudahan akses bagi masyarakat, efisiensi biaya dan waktu, serta transparansi dan akuntabilitas pelayanan. Dengan sistem digital, proses layanan menjadi lebih terlacak, meminimalisir resiko pungli, serta meningkatkan kepercayaan publik,” ujar Kairupan.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Manado telah mengembangkan berbagai inovasi, baik digital maupun non-digital, di sejumlah sektor seperti perpajakan, perizinan, pendidikan, dan kesehatan. Namun, implementasi inovasi tersebut dinilai belum merata.

Data Bapperida menunjukkan, dalam lima tahun terakhir rata-rata hanya sekitar 14 perangkat daerah per tahun yang aktif menghadirkan inovasi dari total 53 perangkat daerah yang ada. Artinya, masih terdapat sejumlah perangkat daerah yang belum optimal dalam menjalankan inovasi.

“Melalui rakor ini, kami ingin membangun komitmen bersama agar setiap perangkat daerah wajib menghadirkan minimal satu inovasi setiap tahun, sebagaimana amanat Peraturan Wali Kota Manado Nomor 28 Tahun 2021,” tegasnya.

Sementara itu, Wawali Richard Sualang menegaskan, IN Abahwa inovasi daerah bukan sekadar pemenuhan administrasi, melainkan harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Regulasi terkait inovasi daerah telah jelas, mulai dari Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2017 hingga aturan turunan di tingkat daerah. Oleh karena itu, seluruh perangkat daerah wajib mengimplementasikannya secara konsisten,” ujar Wawali Richard.

Wawali Richard mengapresiasi, sejumlah perangkat daerah yang telah berhasil menghadirkan inovasi yang berkelanjutan dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Namun, ia juga menyoroti masih adanya inovasi yang hanya bersifat formalitas.

“Ada yang hanya membuat inovasi sekadar untuk memenuhi laporan. Bahkan ada yang tidak konsisten dalam menjalankannya. Ini yang harus kita perbaiki bersama,” ujarnya.

Wawali Richard menyinggung, fluktuasi indeks inovasi Kota Manado dalam beberapa tahun terakhir yang dinilai belum stabil. Padahal, indeks tersebut menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian kinerja pemerintah daerah secara nasional.

“Ini bukan sekadar angka. Indeks inovasi berpengaruh langsung terhadap penilaian pelayanan publik. Kalau nilainya rendah, maka persepsi terhadap kinerja kita juga ikut rendah,” katanya.

Untuk itu, Sualang mendorong seluruh perangkat daerah meningkatkan konsistensi dalam menciptakan dan melaporkan inovasi. Pemerintah Kota Manado juga akan menerapkan mekanisme reward and punishment guna mendorong peningkatan kinerja. Ia menekankan pentingnya kolaborasi serta keterbukaan dalam menyelesaikan kendala teknis maupun kebijakan yang dihadapi perangkat daerah.

“Kita tidak ingin ada yang tertinggal. Semua harus bergerak bersama. Yang belum berinovasi, kita dorong. Yang sudah baik, kita jadikan contoh,” tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama peningkatan inovasi daerah yang disaksikan langsung oleh Wakil Wali Kota dan Sekretaris Daerah sebagai simbol keseriusan seluruh jajaran Pemerintah Kota Manado. Melalui rakor ini, Pemkot Manado menargetkan peningkatan indeks inovasi daerah pada tahun 2026 sekaligus menjadikan inovasi sebagai budaya kerja di lingkungan pemerintahan.

“Dengan semangat inovasi tiada henti, kita berharap pelayanan publik semakin berkualitas dan berdampak langsung bagi kesejahteraan maayarakat,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.